Penghasilan Seorang Guru Bisa Mencapai 20-50 Juta bahkan Ratusan Juta per Bulan

Dahulu kala, saya adalah seorang guru. Ya, seorang guru beneran yang sehari-harinya mengajar di sekolah.

Saya sangat suka sekali mengajar. Ketika itu, saya mengajar anak-anak SD pelajaran bahasa Indonesia. Saya sangat mencintai profesi ini.


Aktivitas mengajar sebenarnya sudah saya mulai ketika masih belajar di bangku kuliah. Ketika itu, saya menjadi guru sukarela untuk anak-anak SMA.


Saya kuliah di Fakultas Kehutanan IPB lalu bekerja menjadi guru SD. Aneh, bukan? Namun, saya benar-benar jatuh cinta pada profesi ini.


Kecintaan saya dengan profesi ini membuat saya lupa bahwa penghasilan dari profesi guru ternyata tidak setara dengan penghasilan seorang direktur perusahaan.


Pertama kali saya mencicipi profesi guru, saya mendapatkan penghasilan satu juta per bulan. Saya pindah dari satu sekolah ke sekolah yang lain untuk meningkatkan penghasilan.


Alhasil, saya pernah mencicipi penghasilan sebesar lima juta per bulan. Saya merasa penghasilan tersebut sudah lebih dari cukup.


Namun, itu tetap saja tidak setara dengan penghasilan orang-orang yang berjabatan tinggi di perusahaan-perusahaan.


Saya berpikiran, jika saya tidak bisa mendapatkan penghasilan yang saya targetkan maka profesi saya sebagai seorang guru ini sama seperti dengan mengerjakan hobi yang mahal.


Intinya saya rela dibayar lima juta per bulan untuk 8 jam kerja per hari, sedangkan orang lain di luar sana bisa mendapatkan lima puluh juta per bulan untuk jumlah jam kerja yang sama.


Artinya, dalam sisi finansial, saya sama seperti orang yang sedang menyia-nyiakan potensi penghasilan sampai dengan empat puluh lima juta per bulan. Artinya, saya sedang menjalani hidup yang boros.


Ngerti gak yang saya maksud?


Oleh karena itu, saya harus mencari pekerjaan lain di mana saya bisa dibayar tinggi. Mengapa? Karena jika saya tidak dibayar tinggi maka saya sedang menyia-nyiakan potensi waktu dan diri saya.


Namun, saya sulit meninggalkan profesi guru. Saya sangat cinta mengajar.


Ada orang yang pernah berkata kepada saya bahwa mengajar tidak harus di sekolah. Katanya, "Kamu bisa mengajar dalam profesi apapun!"


Ternyata benar, sekarang saya mengajar di bidang pelatihan usaha laundry. Pengalaman saya dalam membuka usaha laundry ternyata menginspirasi banyak orang untuk juga membuka bisnis laundry. Tidak terasa, saya sudah melahirkan lebih dari 500 alumni setelah satu tahun saya membuka pelatihan laundry.


Terbukti benar, saya bisa mengajar dalam profesi saya yang sekarang sebagai pengusaha. Mengajar bisa di mana saja dan dalam profesi apa saja!


Saya pun sekarang membuka kelas pelatihan public speaking. Dulu, saya sering sekali mengajar anak-anak SD untuk berpidato. Sekarang, saya bisa mengajar orang dewasa untuk berpidato.


Tidak hanya itu, saya sedang meniti karir sebagai pembicara seminar. Saya sangat senang sekali mengajar. Setelah jadi pengusaha, peluang untuk mengajar malah terbuka sangat lebar.


Lalu, berapa penghasilan saya sekarang? Saya tidak mau memberitahukannya dengan gamblang. Saya beri tahu rentangnya saja. Saya bisa mendapatkan penghasilan  lima kali sampai sepuluh kali lipat dari penghasilan terakhir saya sebagai seorang guru.


Jika Anda menginginkan penghasilan 20-50 juta sebagai seorang guru, ya tirulah yang saya sudah lakukan. Sebagai tambahan, ada banyak guru di luar sana yang mampu meraih penghasilan hingga ratusan juta per bulan. Jika Anda menginginkan penghasilan ratusan juta per bulan, tirulah mereka! Saya juga sedang meniru mereka, kok.

Jadilah pengusaha! Berlatihlah berjualan! Berlatihlah memimpin orang! Lalu, temukan materi pengajaranmu! Sukseskan orang lain! Sukseskan orang banyak! Jadilah guru seperti yang kita inginkan!


Salam MANTAF!